Cerpen " Lamunan"

Baris Tentang Lamunan

semilir angin pagi mebuai lamunan ku dalam bayangan dan hayalan ku yang amat tinggi,aku pun bercinta dengan asa-asa semu yang menggelayut dalam benakku.entah telah berapa lama semua ini ku imajinasikan untuk kemudian terbingkai dalam album maupun figora kisah-kisah itu.

setidaknya aku manusia wajar yang masih menanti kebahagian bukan penderitaan.entah bagaimana caranya pagi yang begitu indah ku nikmati terenggut begitu saja dari hadapan ku.rintikan air dari atas sana membuyarkan semua lamunan ku,sebenarnya aku tak pernah begitu benci pada titik air itu jika dia datang pada saat sang raja siang marah,namun kedatangannya kali ini memuncakkan darah ku sampai naik ke ubun -ubun kepala.bayangkan saja karena kehadiranyya bukan hanya imajinasi ku terganggu tapi juga begitu banyak rencana yang ku susun dari hari kemaren untuk ku nikmati hari ini,hancur semua,bahkan tak berwajah.

dan benar saja rintikan itu kemudian membesar,tumbuh dengan dewasa.heran!!!!!apa yang di makan rintikan itu,hingga begitu cepat mengekang keinginan ku.sesak rasanya terjadi begitu nyata hari ini,bahkan menampar ku dengan lantang,membuat ku terjaga hidup ini REAL,dan mempunyai muka nya yang bermacam-macam dengan keadaan yang dapat berganti sekejap bak pesulap dengan lakonnya.

mau tak mau aku harus mengikuti sandiwara ni,ouuuupsss!!!!!maksudnya jalan hidup milik tuhan ini,mmm....karena memang rencana ku telah buyar semenjak kunjungan titik air itu,maka ku putuskan dengan sebuah pilihan,kembali dalam peraduan ku tadi yang sejenak ku tinggalkan.huh....tak usah basa-basi lagi lamunan ku ku lanjutkan.hah....hah....hah...sepintas otak dan perasaan ku tertawa,kupikir lamunan ku ta ubahnya seperti sinetron yang bersambung-sambung dramanya.begiutlah!!!!

tapi kenapa ini????aku buntu,otakku tak ingin berputar,mengolah semua imajinasi ku tadi yang masih berupa bahan setengah matang,apa iya!!!lamunan ini tak ada guna untukku,apa mungkin aku tak boleh terjerumus dalam hayalan ku,dan apa mungkin lamunan ku adalah sekilas dari sekian banyak ego yang menyelimuttiku???

SADAR!!!berulang kali huruf ke lima ini mengguyurku untuk bangun dan mengatakan,biarkan rencana dan angan mu tadi hancur tapi pernah kah engkau berpikir masih banyak realitas lain yang menunggu untuk kau garap...!!!!

lagi-lagi kebingungan manusia menghampiri ku,padahal hanya secuil tentang lamunan yang ku ributkan,tapi membuat ku trus berusaha untuk mencari jawabannya....!!!!


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX



SEBENARNYA GAMPANG SAJA JAWABAN ITU.....

HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
GANTUNGKAN YANG TINGGI HINGGA KELAK KAU MATI.........(setidaknya bait lagu ini mewakili)

DAN IRINGILAH BAIT INI DENGAN NIATAN TULUS MELANJUTKAN HAYALAN MU UNTUK MENJADI NYATA

KARENA KEDUANYA TELAH HIDUP ABADI SEBELUM KAU DI LAHIRKAN...........

naskah drama "mengapa?"

Naskah Drama

Mengapa ??!!

Malam semakin pekat, suara anjing yang menggonggong menambah kesunyian malam, tapi bulan masih tetap menyempatkan memancarkan sinarnya, Bunga masih duduk di sofa yang sudah berwarna gelap dan berdebu sambil memandangi foto seorang pemuda. Lalu, dalam sekejap matanya pun berkaca- kaca dan setetes demi setetes air matanya pun keluar dari kelopak mata yang begitu indah. Namun, dia tak sanggup lagi memendam semuanya, dia hanya bisa menangis dan hanya bisa mencurahkan semua isi hatinya dalam sebuah diary. Suara langkah pun terdengar, Bunga pun cepat menghapus air matanya. Lalu terdengar suara ketukan pintu, Bunga pun bergegas untuk membukanya. Ternyata yang datang seorang gadis cantik yang usianya tidak terlampau jauh dari Bunga, dia Sari kakak Bunga.

Bunga : ( Sambil menghapus air matanya, dia berlari dan membuka pintu ) Ada apa kak?

Sari : ( Terkejut melihat mata adiknya bengkak, lalu dia mencoba menyetuh mata adiknya ) Tidak ada apa- apa!. Saya hanya melihat keadaanmu, adikku yang cantik. Kamu kenapa? Kamu sakit? ( sambil memeriksa keadaan adiknya)

Bunga : Tidak kak! ( berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya)

Sari : Tidak, kamu bohong sayang !. Saya kenal kamu dari kecil, kamu tidak akan seperti ini kalau tidak terjadi apa- apa. Tolong jujur pada kakak. ( sambil memeluk adiknya)

Bunga : ( Menangis dalam pelukan kakaknya) Kak, kenapa semua ini terjadi? Kenapa...?

Sari : ( Menghapus air mata adiknya dan melepaskan pelukan adiknya) Cerita sama kakak, apa yang telah terjadi?

Bunga : ( berdiri dan mencoba menahan air matanya) Kak dia pergi meninggalkanku. Dia pergi bersama wanita lain ( Melemparkan foto yang di sofa).

Sari : Siapa dia? Maksudmu pangeran bertopeng itu? ( Sambil berdiri dan memegang bahu adiknya)

Bunga : ( Mengangguk) Iya.

Sari : Sudahlah, lupakan saja dia!

Bunga : Kak, kemarin saya melihat dia pergi bersama sahabatku lalu saya mengikutinya dan....( Melempar boneka dan menghantam cermin yang dimuka )

Sari : ( menarik tangan adiknya yang penuh darah) Bunga, kamu tidak boleh begini !. Kamu menyakiti dirimu sendiri sedangkan di luar sana dia bahagia bersama wanita lain.(Bergegas mengambil kotak obat)

Bunga merintih kesakitan tapi dia menangis bukan karena tangannya terluka tapi karena rasa sakit hatinya kepada lelaki biadab yang membohonginya selama ini.

Bunga : Bagaimana saya bisa melupakannya? Selama ini semuanya sudah saya berikan, saya rela menanggung malu demi dia, saya rela di cemooh dan di caci oleh orang- orang hanya karena dia, bahkan saya rela memberikan hal yang paling berharga dalam hidupku. Tapi apa balasannya? Apa?!

Sari : Kamu harus sabar. Maksudmu, Kamu sudah tidur dengannya?

Bunga : ( menggeleng) Tidak, tidak...saya tidak pernah melakukannya dan saya masih bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang wanita.

Sari : (Mengobati tangan adiknya yang terluka ) Kamu terlalu bodoh melakukan hal ini, kamu sudah termakan rayuan gombal lelaki biadab itu. Dia tidak punya hati melakukan hal ini kepadamu.

Bunga : ( Merenungi perkataan kakaknya) Iya...saya sadar akan hal itu. Saya tau kalau saya tidak seharusnya melakukan hal ini.

Sari : Memangnya apa yang telah kamu lakukan?

Bunga : ( Diam)

Sari : ( berdiri dan meninggal adiknya sendiri) Baiklah, sekarang kamu istirahat saja !.

Sepeninggalan Sari, bunga pun duduk termenung lalu sesaat ponselnya pun berbunyi, dia berdiri dan mengambil ponselnya.

Bunga : (Membaca pesan singkat yang masuk) Kenapa dia masih menggangguku? Mengapa? ( Menghamburkan semua yang ada di atas meja belajarnya).

Kemudian dia membuka laci dan mengambil sebuah botol yang berisi pil, kemudian dia meneguk beberapa pil lalu dia pun terjatuh dengan tubuh yang kejang- kejang dan mulut yang berbusa. Lalu sari pun kembali ke kamar adiknya karena merasa ada sesuatu yang teringatkan, ternyata ponselnya tertinggal.

Sari : (mengetuk pintu kamar adiknya) Nga...Bunga...Kakak mau ambil ponsel kakak yang ketinggalan tadi sayang.

Kemudian dia mencoba mendobrak pintu kamar adiknya karena takut terjadi apa- apa.

Sari : ( mendobrak pintu kamar adiknya) Bunga... kamu kenapa sayang?. Bunga bangun...! Jangan tinggalkan kakak, Bunga.

Sari : ( mengangkat adiknya ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit ) Bunga, Bunga ...kamu harus bertahan adikku. Kamu harus bisa,sayang. Kita akan ke rumah sakit, kamu harus bertahan.

Bunga : ( Dengan nafas sesak dan tidak mampu lagi) Tidak usah. Kak, maafkan kesalahan bunga selama ini dan jaga diri kakak baik-baik.

Sari : (menangis dan memeluk tubuh adiknya) Bunga....!

Bunga : (mendekat ke telinga kakaknya dan berbisik) Kak, maafkan saya. Kakak saya pergi dulu, saya ingin istirahat dengan tenang dan kakak tidak usah dendam dengan lelaki itu.( Menghembuskan nafas terakhirnya)

Sari : ( Menangis dan Mengangkat tubuh adiknya) Bunga...jangan tinggalkan kakak. Bangun sayang kamu tidak boleh meninggalkan kakak sendiri.

Keesokan harinya setelah penguburan Bunga, sari tetap termenung di dalam kamar adiknya. Lalu dia membuka laci dan menemukan sepucuk surat.

Untuk

Kakakku tersayang.

Kak, sebelumnya saya minta kakak jangan menangisi kepergianku. Saya pergi bukan karena saya tidak sayang pada kakak. Saya sangat sayang pada kakak, tapi saya harus melakukan ini. Lagi pula saya tidak mampu menahan semuanya. Rasa sakit hatiku kepadanya sudah tidak bisa saya pendam. Kakak tolong jangan menaruh dendam kepadanya, kakak harus memaafkan dia. Demi saya dan almarhum ayah. Saya belum sempat memberitahu kakak tentang hal yang saya berikan kepadanya. Kak, sebulan yang lalu dia sakit, dia butuh jantung lalu saya memberikan jantungku sebagai pengganti jantungnya karena saya tidak ingin kehilangan dia. Tapi, dia balasnya hanya dengan membuatku sakit. Jaga diri kakak baik- baik dan jangan pernah kakak melakukan hal seperti ini. Kakak harus ingat meskipun saya sudah berada jauh tapi saya akan tetap selalu di hati kakak....

Salam sayang

Adikmu Bunga....

Sari : Kakak janji bunga, akan memaafkannya. ( Memeluk foto adiknya).